| | 22 November 17
Link Web
Anggaran Pendidikan Tetap 20 %
Lokasi: Home / Berita / Seputar Unikom Center / [Sumber: unikomcenter.com]
Rabu, 01/09/10 | 22:00 WIB
 
Anggaran Pendidikan Tetap 20 %

TETAP 20% UNTUK PENDIDIKAN

 

GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) menyerahkan bantuan untuk pengembangan divisi robotika Unikom berupa uang sebesar Rp 100 juta yang diterima Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto, pada prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Gedung Sabuga Kota Bandung, Senin (30/8). DUDI SUGANDI/"PR"

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan menuturkan, APBD 2011 Provinsi Jabar masih akan mengalokasikan dua puluh persen untuk bidang pendidikan. Meskipun sama dari segi persentase, tetapi dari segi nilai, anggaran pendidikan 2011 mengalami peningkatan dari tahun 2010.

"Masih dua puluh persen lebih, tetapi kalau diuangkan jumlahnya meningkat. Tahun 2011 mencapai Rp 1,8 triliun," kata Heryawan saat menghadiri prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Gedung Sasana Budaya Ganesa Jln. Tamansari Bandung, Senin (30/8).

Menurut Gubernur, dari Rp 1,8 triliun anggaran pendidikan, Rp 600 miliar masih dialokasikan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara Rp 600 miliar lainnya digunakan untuk pembangunan enam ribu ruang kelas baru di tahun 2011. Dengan kalkulasi kebutuhan per kelas sebesar Rp 100 juta.

"Kita akan bangun yang tahan sampai seratus tahun, makanya dialokasikan Rp 100 juta per kelas. Dan saat ini Jawa Barat masih butuh sembilan ribu ruang kelas baru. Tahun depan provinsi akan bangun enam ribu kelas baru dengan anggaran Rp 600 miliar dari APBD provinsi. Sisanya yang tiga ribu kelas lagi akan kita minta ke pemerintah pusat, dan juga kepada pengusaha-pengusaha Jawa Barat sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR). Di Jawa Barat ada sekitar empat ribu pengusaha, cukup banyak dan kita bisa minta bantuan kepada mereka," ujarnya.

Heryawan menuturkan, pembangunan kelas baru di Jawa Barat ini merupakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Sebab sampai saat ini angka partisipasi kasar (APK), khususnya di tingkat SMA masih rendah. Tahun 2010, APK tingkat SMA hanya 57 persen, meningkat enam persen dari tahun 2009 sebesar 51 persen. Angka ini merupakan yang terendah dibandingkan APK tingkat SD yang sudah mencapai 95 persen serta APK tingkat SMP yang mencapai 93 persen.

"Meski tingkat SMA naik enam persen, tetapi ini artinya masih ada 43 persen warga Jawa Barat yang belum sekolah, padahal dia usia sekolah. Setelah diurai, ternyata masalahnya adalah rasio ruang kelas SMA dengan warga usia sekolah. Kalaupun seluruh ruang kelas diisi penuh dan dijejali siswa, maksimal APK hanya akan sampai angka enam puluh persen," ucapnya.

Heryawan mengungkapkan, untuk mengejar APK sembilan puluh persen di tahun 2013, maka Jawa Barat harus mampu membangun 27.000 ruang kelas baru selama tiga tahun berturut-turut. "Itu pun jika seluruh kebutuhan guru juga ikut terpenuhi. Oleh karena itu, tahun depan kita akan bangun sembilan ribu ruang kelas baru tanpa diutang," ucapnya. (A-157)

Sumber Harian Pikiran Rakyat - Selasa, 31 Agustus 2010

Facebook Feedback
Berita Lainnya
Berita Terkait